Festival Literasi 2025 merupakan bagian dari visi Metro sebagai Kota Cerdas berbasis Jasa dan Budaya yang Religius. Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan literasi sebagai kunci dalam membangun sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) Kota Metro, Farida menjelaskan, seluruh koleksi buku yang dihadirkan mencakup berbagai bidang, mulai dari ilmu pengetahuan, sejarah, teknologi, hingga sastra.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas,” katanya.
“Literasi adalah kunci kemajuan. Dengan literasi yang kuat, masyarakat Metro akan lebih kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan teknologi,” Tambahnya.
Selain berorientasi pada budaya baca, Festival Literasi 2025 juga dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas generasi. Pemerintah Kota Metro ingin menjadikan literasi sebagai gerakan bersama yang dapat memperkuat identitas kota sekaligus membangun daya saing masyarakat di tingkat regional maupun nasional.
Dengan pelaksanaan Festival Literasi 2025, Kota Metro menegaskan diri sebagai pionir dalam penguatan literasi di daerah. Gebrakan menghadirkan 100 ribu buku diyakini mampu memberi dampak signifikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendukung terwujudnya visi Metro sebagai Kota Cerdas berbasis Jasa dan Budaya yang Religius.(ADV).


















