Indeks

Ketum Gerakan Cinta Prabowo Tanggapi Demo 12 Juni 2026

Jakarta- Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H. Kurniawan Menanggapi aksi demo 12 juni 2026, Menurut Kurniawan melakukan aksi demo itu tidak masalah, bahkan boleh. dimana hak untuk menyampaikan pendapat dimuka umum selama yang di protes kan itu realitis dan fair. Selasa (16/06/2026)

 

” Demo inikan mulainya jumat, dimana kita tau kita tidak ada masalah pada umumnya kita tidak masalah, hak untuk menyampaikan pendapat ya dijamin undang-undang, ya boleh saja melakukan , itu memang bentuk negara demokrasi memang itu”, ujarnya

 

“bagi kami tidak ada masalah, selama demo itu realitis, demo itu fair, ya tapi kalo demo apa yang diperjuangkan gak nyambung ya kita bingung juga”.ujarnya lagi

Kurniawan menyatakan tanpa diperintahkan mahasiswa Prabowo Gibran juga sudah mengefiensi anggaran

 

“Tanpa diperintah adik-adik mahasiswa saja Prabowo Gibran sudah melakukan efesiensi anggaran, ya penghematan anggaran telah dilakukan jauh-jauh hari ya”

 

Kurniawan juga merasa heran, menurutnya yang dinaikan oleh Presiden, BBM nonsubsidi bukan BBM, tetapi mahasiswa menuntut penurunan BBM, ia menjelaskan BBM Non subsidi untuk msyarakat menengah keatas.

 

“Untuk menurunkan BBM Non subsidi itu agak aneh juga, yang dinaikkan pak Prabowo ini kan Non subsidi, tapi yang melakukan demo pengguna BBM subsidi kan aneh, dimana kita tau pengguna Non subsidi inikan pengguna menengah keatas, tapi justru adek adek mahasiswa, memperjuangkan penurunan harga pertamax, inikan aneh”. Jelasnya

 

” Poinnya gini pemerintah Prabowo Gibran inikan tidak menaikan BBM Subsidi, pertalite tetap normal, solar tetap normal, ya jadi jadi masalah kalo pak Prabowo menaikan 2 jenis ini, ya pas diprotes” Jelasnya lagi

 

Diketahui isi dari tuntutan demo 12 Juni 2026 ini adalah :

1. Menghentikan pemborosan APBN

2. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM

3. Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

4. Menghentikan militerisme di ranah sipil

5. Mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah serta tidak menghindari kritik publik. (Madnur)

Exit mobile version